Sesungguhnya itu bukanlah hadist. Itu adalah
perkataan seorang sufi bernama Basyir Al Hafi. Sebagaimana dijelaskan dengan
seksama dalam kitab Kasyful Khafa. Itu adalah pendapat pribadi Basyir Al Hafi
yang kemungkinan besar pengaruh perkataan para pendeta Roma. Itu bukan hadist
tapi disiarkan oleh orang-orang yang tidak memahami hadist sebagai hadist.
Bagaimana mungkin Islam akan menghinakan perempuan
sebagai perangkap setan padahal dalam Al-Qur’an jelas sekali penegasan berulang-ulang
bahwa penciptaan perempuan sebagai pasangan hidup kaum lelaki adalah termasuk
tanda-tanda kebesaran Tuhan. Dalam surat Ar-Ruum ayat 21 Allah berfirman : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya
ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa
kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”.
Jika perempuan adalah perangkap setan atau panah
setan. Bagaimana mungkin Baginda Nabi menyuruh memperlakukan perempuan dengan
baik? Bahkan beliau bersabda dalam hadist :
“Orang pilihan di antara kalian adalah yang paling berbuat baik kepada
perempuan (istri) nya”. Baginda Nabi juga menyuruh umatnya untuk
mengutamakan ibunya daripada ayahnya. Bahkan tidak main-main, oleh Baginda
Nabi, ibu disebut sebanyak tiga kali. “Ibumu,
ibumu, ibumu, baru ayahmu”!”
Kutipan : [ Novel AAC-Halaman 152-153 ]
No comments:
Post a Comment